Thursday, 3 October 2013

TUGAS PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI


TUGAS PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
1.)                        Cash Flow Diagram
·        Pengertian dan Penjelasan

CASH FLOW DIAGRAM
PengertianCashflow diagram adalah diagram-diagram yang menggambarkan aliran keluar masuknya uang(dalam diagram tersebut digunakan notasi).Fungsi cashflowUntuk menvisualisasikan tentang aliran uang yang terjadi pada berbagai waktu.Aturan umum dari pembuatan cashflow :
• Garis horizontal menunjukan skala waktu

• Tanda panah ke atas menyatakan penerimaan atau inflow (+)

• Tanda panah ke bawah menyatakan pengeluaran atau outflow (
-)
• Cashflow dilihat dari pihak siapa karena masuk 
pada peminjam = keluar bagi pemberi


CASH FLOW
 Setiap kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan manusia dewasa ini akan selalumengakibatkan timbulnya sejumlah biaya untuk penyelenggaraan kegiataan tersebut, baik secaralangsung maupun tidak langsung. Biaya langsung berasal dari kebutuhan pembayaran-pembayaran atas material, peralatan dan fasilitas lainnya serta upah yang dibayarkan padapetugas yang melaksanakannya. Biaya tidak langsung yaitu pengeluaran-pengeluaran lainnya diluar komponen di atas atau kerugian serta dampak negatif yang mungkin diterima akibat adanyakegiatan/ aktivitas dimaksud. Akibat dari suatu kegiatan akan diperoleh suatu manfaat, mungkindalam bentuk produk benda, jasa, ataupun kemudahan. Manfaat produk yang dihasilkan jikadijual akan menghasilkan sejumlah uang penjualan, jika disewakan akan menghasilkan sejumlahuang sewaan dan jika dimanfaatkan sendiri akan menghasilkan sejumlah penghematanbiaya atau tenaga yang pada akhirnya dapat dihitung dalam satuan uang. Dengan demikian suatukegiatan selalu akan memunculkan sejumlah uang masuk dan uang keluar.Data tentang uang masuk dan uang keluar dari suatu kegiatan hanya merupakan suatucatatan pembukaan, baik pada buku harian, buku besar, maupun laporan pemasukan danpengeluaran. Selanjutnya jika data tentang uang masuk dan uang keluar tersebut dihitung untuk setiap periode waktu tertentu disebut dengan
cash flow
(aliran uang). Periode waktu cashflowditetapkan dalam berbagai satuan interval waktu tergantung pada tingkat agregasi data yangdibutuhkan. Jika yang dimaksud hanya uang keluar (pembiayaan) disebut
cash-out 
(cost) dansebaliknya jika yang dimaksud hanya uang masuk (penerimaan) disebut
cash-in.
 Pembicaraan tentang cashflow menjadi sangat penting saat kita melakukan analisisevaluasi terhadap suatu rencana investasi. Dimana suatu rencana investasi akan menyangkutpengeluaran dana yang cukup besar, baik untuk investasi itu sendiri maupun penyediaan akanbiaya operasional dan perawatannya saat invesatasi itu dioperasikan/ dimanfaatkan, disampingakan memberikan/menghasilkan sejumlah manfaat investasi. Oleh karena itu, pertimbanagnmelalui analisis komprehensif dan seksama perlu dilakukan sebelum suatu investasi diwujudkan.Penerimaan dari suatu investasi berasal dari pendapatan atas pelayanan fasilitas atau penjualanproduk yang dihasilkan dan manfaat terukur lainnyaselama umur pengguna, ditambah dengannilai jual investasi saat umurnya habis. Semua penerimaan/ pendapatan itu disebut dengan
 Benefit 
. Sementara itu, pembiayaan berasal dari biaya awal fasilitas (investasi) yang kemudian

·        Contoh – Contoh Cash Flow Diagram
Cashflow Quadrant dipetakan menjadi E, S, B, dan I.
E untuk employee (pegawai),
S untuk self-employed (pekerja lepas),
B untuk business owner (pemilik usaha),
I untuk investor (penanam modal).

E dan S yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri,
sedangkan B dan I yang menerima pemasukan dan bisnis atau investasi diletakkan di sisi kanan. Setiap orang setidaknya menempati satu dari keempat Cashflow Quadrant dan kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri sebagai employee atau self-employee.

Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini, namun keterampilan B atau I akan membantu mencapai target finansial dengan lebih cepat. Dan seorang E yang berhasil seharusnya menjadi seorang I yang berhasil juga. Buku ini ditulis bagi mereka yang siap untuk pindah dari keamanan pekerjaan dan mulai mencari kebebasan finansial mereka; membuat perubahan finansial dan profesional yang besar dalam hudup mereka; dan pindah dari Era Industri ke Era Informasi.

Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.
Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :

Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang lama,
sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang relatif lama
karena aset-lah yang bekerja untuknya.



CONTOH SEORANG E
Mari kita ambil contoh yang pada umumnya terjadi di masyarakat,
yaitu seorang karyawan perusahaan.
Apabila seorang karyawan perusahaan tidak dapat bekerja karena alasan sakit atau usia lanjut,
maka seorang karyawan tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka yang berasal dari perusahaan

CONTOH SEORANG S
Mari kita ambil contoh seorang dokter.
Apabila seorang dokter tidak praktek karena alasan kesehatan, usia lanjut,
atau karena adanya bencana yang mengakibatkan seorang dokter tidak bisa membuka prekteknya,
maka dokter tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.

Mari kita ambil contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky ( KFC ).
CONTOH SEORANG B
Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema satu bulan hingga beberapa tahun,
maka bisnisnya akan tetap berjalan dan menghasilkan uang karena telah memilik sistem yang telah terbukti
dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.

CONTOH SEORANG I
Mari kita ambil contoh seorang deposan.
Sama seperti seorang B, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan bisnisnya dalam
waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang bekerja untuk kita.



2.)                        Diagram Pareto
·        Contoh
 Prinsip Pareto atau lebih dikenal juga sebagai aturan 20/80 menyatakan banyak kejadian atau akibat sebesar 80% dari total efeknya hanya disebabkan 20% dari sebabnya. Prinsip ini dinamakan berdasarkan seorang ekonom dari italia yang bernama Vilfredo Pareto yang pada tahun 1906 mengamati dan menemukan fakta bahwa 80% tanah di Italia, hanya dimiliki oleh 20% dari total populasi. Contoh diagram Pareto adalah adalah sebagai berikut:
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn5G-Bxa_ywPMfMOM2B9xFcxz2JYiR4xDoIrIXOy_urcNZOchmT06EHgDWEE0n3sNSiVuyfZ0MQdPNlvowRsVo3ud2-O5YXjh7zQQnFptjhhPATwgoLG-24XRR9brRFDxBN5T-QCf5PHx-/s400/Pareto+1.jpg


Dari diagram Pareto diatas, dapat diketahui bahwa hanya 4 Masalah yang menyebabkan kerugian terbesar, yaitu hingga 80% dari total masalah. Sehingga, untuk mengurangi total kerugian, kita dapat berfokus pada 4 masalah tersebut dari pada keseluruhan masalah yang ada namun tetap memberikan implikasi yang besar terhadap pengurangan total kerugian yang ada.
















·         Contoh Kasus
       Seorang finance – manager sebuah perusahaan akan membayar utang perusahaan yang sudahoutstanding, namun karena keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, maka pembayaran hanya diberikan berdasarkan prioritas. Sejauh ini belum ada aturan perusahaan mengenai kategori mana utang yang prioritas dan mana yang tidak.

Adapun data yang dimiliki adalah sebagai berikut :


Nama Kreditur
Jumlah Utang
Utang Tn Philip
2.15 milyar
Utang Bank Negara
2.2 milyar
Leasing
2.0  milyar
Utang jangka pendek Finansia
2.25 milyar
Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3
2.05 milyar
Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan
2.1 milyar

Dalam bentuk diagram, maka hasilnya sebagai berikut :
Description: http://ilmusdm.files.wordpress.com/2008/04/pareto2-11.jpg?w=600 
  
Jika dilihat, tidak ada data yang signifikan atau data yang dramatis dan membedakan utang satu dengan lainnya. Jika dihadapkan dalam pilihan ini, tentu membingungkan manajemen untuk mengambil keputusan, mana utang yang perlu dibayarkan dahulu.





Kemudian finance manager memutuskan melihat datanya kembali yakni denda bunga setiap utang.

Nama Kreditur
Interest Rate
Utang Tn Philip
11%
Utang Bank Negara
10%
Leasing
7%
Utang jangka pendek Finansia
4%
Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3
2%
Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan
1%

Kemudian, dibuat lagi diagram pareto berdasarkan tingkat suku bunga setiap utang

 Description: http://ilmusdm.files.wordpress.com/2008/04/pareto2-2.jpg?w=600

Dari data diatas, tampak lebih berarti dan meaningful, dimana 80% utang yang prioritas untuk dibayar adalah kepada Tn. Philip, Bank Negara dan Leasing.

3.)                        Metode Transportasi
·        Definisi
Metode Transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber – sumber yang menyediakan produk – produk yang sama di tempat- tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya transportasi (alokasi) dari suatu sumber ke beberapa tujuan yang berbeda – beda dan dari beberapa sumber ke suatu tujuan juga berbeda – beda.


Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:
1. 1. Metode Stepping Stone
2. 2. Metode Modi (Modified Distribution)
3. 3. MetodeVAM (Vogel’s Approximation Method)
Pada sesi ini hanya akan dibahas mengenai metode transportasi dengan metode MODI, sedangkan metodestepping stone dan VAM akan dibahas pada sesi tulisan yang lain.
Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi produksi yang optimal menggunakan suatu indeks perbaikan yang berdasarkan pada nilai baris dan nilai kolom. Cara untuk penentuan nilai baris dan nilai kolom menggunakan persamaan:
Description: or1
Pedoman prosedur alokasi tahap pertama mengggunakan prosedur pedoman sudut barat laut (North West Corner rule). Untuk metode MODI ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi harus sama dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu.  Untuk mempermudah penjelasan, berikut ini akan diberikan sebuah contoh. Suatu perusahaan mempunyai tiga pabrik di W, H, O.  Dengan  kapasitas produksi tiap bulan masing- masing 90 ton, 60 ton, dan 50 ton; dan mempunyai tiga gudang penjualan di A, B, C dengan kebutuhan tiap bulan masing- masing 50 ton, 110 ton, dan 40 ton.  Biaya pengangkutan setiap ton produk dari pabrik W, H, O ke gudang A, B, C adalah sebagai berikut:
Description: or2
Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik – pabrik tersebut ke gudang – gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.


Solusi:
1.  Isilah tabel pertama dari sudut kiri atas
Description: or3
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap pertama sebesar =  50 (20) + 40 (5) +60 (20) +10 (10) + 40 (19) = 3260.

2.  Menentukan nilai baris dan kolom
-          Baris pertama selalu diberi nilai nol
Nilai baris W = Rw = 0
-          Nilai baris yang lain dan nilai semua kolom ditentukan berdasarkan persamaan
Description: or4






3.  Menghitung indeks perbaikan dan memilih titik tolak perbaikan. 
Indeks perbaikan adalah nilai dari kotak yang kosong.
Description: or5
Memilih titik tolak perubahan:
-    Kotak yang mempunyai indeks perbaikan negatif berarti bila diberi alokasi akan mengurangi jumlah biaya pengangkutan. Bila nilainya positif berarti pengisian akan menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan
-    Kotak yang merupakan titik tolak perubahan adalah kotak yang indeksnya bertanda negatif dan angkanya besar. Dalam contoh ternyata yang memenuhi syarat adalah kotak HA dengan nilai -20.
Description: or6
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap kedua sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (20) +10 (10) + 40 (19) = 2260



4.  Ulangi langkah – langkah tersebut diatas, mulai langkah  2.2 sampai diperolehnya biaya terendah, yaitu bila sudah tidak ada lagi indeks yang negatif.
Description: or7
Description: or8
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap ketiga sebesar = 90 (5) + 50 (15) + 10 (10) +20 (10) + 30 (19) = 2070
Description: or9
Description: or10
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap keempat sebesar = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50 (10) = 1890
Description: or11
Alokasi tahap keempat merupakan alokasi optimal karena indeks perbaikan  pada kotak kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif.

·        Contoh Kasus
·         Perusahaan air mineral ingin mendistribusikan produk terbarunya ke empat agen yang menjadi pelanggan perusahaan air mineral tersebut dan ingin mendistribusikannya ke beberapa kota di Indonesia dengan biaya atar kepada para agen di hitung dengan jarak tempat agen tersebut setiap per galonnya. Berikut biaya pengiriman produk tersebut dalam bentuk rupiah(Rp):
·         Tabel 3.1 Data Transportasi
Ke
Dari
Cilegon
Kuningan
Bandung
Padang
Supply
Agen 1
110
90
95
75
6300
Agen 2
80
75
120
80
4750
Agen 3
95
100
65
115
5450
Agen 4
70
85
75
90
6500
Demand
5200
5500
6000
6300
23000
·         Selesaikan dengan menggunakan :
·         a. Metode North West Corner (NWC)
·         b. Metode Least Cost
·         c. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
·         d. Metode Aproksimasi Russel (RAM)
·         Perhitungan Manual
·         Menyelesaikan masalah biaya tranportasi pengantaran air mineral setiap galonnya dengan menggunkan empat metode, dengan menggunkan metode north west cornerleast cost, metode aproksimasi vogel (VAM), dan metode aproksimasi Russel (RAM), sebagai berikut :
·         A. Metode North West Corner
·         Pengalokasian dimulai dari pojok barat laut (pojok kiri atas) Selanjutnya pengalokasian dilakukan pada kotak Xi+1j bila penawaran ke i telah terpenuhi.
·         Tabel 3.2 Metode North West Corner
Ke
Dari
Cilegon
Kuningan
Bandung
Padang
Supply
Agen 1
110
5200
90
1100
95
75
6300
Agen 2
80
75
4400
120
350
80
4750
Agen 3
95
100
65
5450
115
5450
Agen 4
70
85
75
200
90
6300
6500
Demand
5200
5500
6000
6300
23000
·         Z = 5200(110)+1100(90)+4400(75)+350(120)+5450(65)+200(75)+6300(90)
·         = 572000+99000+330000+42000+354250+15000+567000
·         = Rp.1979250
·         Perhitungan manual dengan menggunakan metode northwest cornerbiaya pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar Rp.1979250
·         Cara perhitungan North West Corner sebagai berikut:
·         North West Corner perhitungannya dimulai dari pojok kanan atas table, lalu pilih jumlah supply atau demand yang terkecil setelah didapat simpan di kiri angka yang dicari, selanjutnya dilakukan pada kotak yang berikutna jika supplydan demand telah terpenuhi.
·         B. Metode Least Cost
·         Pengalokasian dimulai pada kotak variabel dengan biaya terendah. Selanjutnya pengalokasian dilakukan pada kotak variabel terendah berikutnya. Berikut adalah perhitungan dengan metode Least Cost.




·         Tabel 3.3 Metode Least Cost
Ke
Dari
Cilegon
Kuningan
Bandung
Padang
Supply
Agen 1
110
90
95
75
6300
6300
Agen 2
80
75
4750
120
80
4750
Agen 3
95
100
65
5450
115
5450
Agen 4
70
5200
85
750
75
550
90
6500
Demand
5200
5500
6000
6300
23000
·         Z = 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·         = 364000+356250+63750+354250+41250+472500
·         = Rp.1652000
·         Perhitungan manual dengan menggunakan metode Least Costbiaya pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar Rp.1652000
·         Cara perhitungan Least Cost sebagai berikut:
·         Mencari nilai terendah dari table, dan pengalokasian supply dan demandterkecil pula.
·         C. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
·         Metode aproksimasi vogel adalah merupakan metode yang paling baik dari tingkat ketelitiannya. Adapun perhitungan manual dengan menggunakan metode aproksimasi vogel adalah sebagai berikut:



·         Tabel 3.4 Metode Aproksimasi Vogel (VAM)

Ke
Dari
Cilegon
Kuningan
Bandung
Padang
Supply
Penalty
Agen 1
110
90
95
75
6300
6300
15
15
15
15
-
Agen 2
80
75
4750
120
80
4750
5
5
5
5
75
Agen 3
95
100
65
5450
115
5450
35
-
-
-
-
Agen 4
70
5200
85
750
75
550
90
6500
5
5
15
5
85
Demand
5200
5500
6000
6300
23000
Penalty
10
10
10
5
10
10
20
5
10
10
-
5
-
10
-
5
-
10
-
-
·         Z = 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·         = 364000+356250+63750+354250+41250+472500
·         = Rp.1652000
·         Perhitungan manual dengan menggunakan metode Metode Aproksimasi Vogel biaya pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar Rp.1652000
·         Cara perhitungan Metode Aproksimasi Vogel sebagai berikut:
·         Dengan melihat nilai selisih antara veriabel dengan biaya terendah setelah itu memilih baris atau kolom dengan nilai terbesar. Pengalokasian dengan biaya terendah pada baris atau kolom dalam table.
·          
·         D. Metode Aproksimasi Russel (RAM)
·         Metode RAM merupakan metode yang terakhit yang digunakan pada perhitungan pada metode tersebut.
·         Tabel 3.4 Metode Aproksimasi Russel (RAM)
Ke
Dari
Cilegon
Kuningan
Bandung
Padang
Supply
Agen 1
110
90
95
75
3600
6300
Agen 2
80
4750
75
120
80
4750
Agen 3
95
100
65
5450
115
5450
Agen 4
70
450
85
5500
75
550
90
6500
Demand
5200
5500
6000
6300

23000


·         Tabel 3.5 Metode Aproksimasi Russel Interasi
110-110-110= -110
80-110-120= -150
95-110-150= -130
70-110-90= -130
90-100-110= -120
75-100-120= -145
100-100-115= -115
85-100-90= -105
95-120-110= -135
120-120-120= -120
65-120-115= -170
75-120-90= -135
75-115-110= -150
80-115-120= -155
115-115-115= -115
90-115-90= -115
·         Z = 4750(80)+450(70)+5500(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·         = 380000+31500+467500+354250+41250+472500
·         = Rp.1747000
·         Perhitungan manual dengan menggunakan metode Metode Aproksimasi Russel biaya pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar Rp.1747000
·         Cara perhitungan Metode Aproksimasi Russel sebagai berikut:
·         Pengurangan dari mulai pojok kana atas antara nilai terbesar pada baris dan kolom, setelah didapat pilih nilai dari hasli pengurangan dengan mengambil nilai terrendah berupa nilai negatif (-).

No comments:

Post a Comment