TUGAS
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
1.)
Cash Flow Diagram
·
Pengertian dan Penjelasan
CASH FLOW DIAGRAM
PengertianCashflow diagram adalah diagram-diagram yang menggambarkan
aliran keluar masuknya uang(dalam diagram tersebut digunakan notasi).Fungsi
cashflowUntuk menvisualisasikan tentang aliran uang yang terjadi pada berbagai
waktu.Aturan umum dari pembuatan cashflow :
• Garis horizontal menunjukan skala waktu
• Tanda panah ke atas menyatakan penerimaan atau inflow (+)
• Tanda panah ke bawah menyatakan pengeluaran atau outflow (
-)
• Cashflow dilihat dari pihak siapa karena masuk
pada peminjam = keluar bagi pemberi
CASH FLOW
Setiap kegiatan maupun aktivitas yang dilakukan manusia dewasa ini
akan selalumengakibatkan timbulnya sejumlah biaya untuk penyelenggaraan
kegiataan tersebut, baik secaralangsung maupun tidak langsung. Biaya langsung
berasal dari kebutuhan pembayaran-pembayaran atas material, peralatan dan
fasilitas lainnya serta upah yang dibayarkan padapetugas yang melaksanakannya.
Biaya tidak langsung yaitu pengeluaran-pengeluaran lainnya diluar komponen di
atas atau kerugian serta dampak negatif yang mungkin diterima akibat
adanyakegiatan/ aktivitas dimaksud. Akibat dari suatu kegiatan akan diperoleh
suatu manfaat, mungkindalam bentuk produk benda, jasa, ataupun kemudahan.
Manfaat produk yang dihasilkan jikadijual akan menghasilkan sejumlah uang
penjualan, jika disewakan akan menghasilkan sejumlahuang sewaan dan jika
dimanfaatkan sendiri akan menghasilkan sejumlah penghematanbiaya atau
tenaga yang pada akhirnya dapat dihitung dalam satuan uang. Dengan
demikian suatukegiatan selalu akan memunculkan sejumlah uang masuk dan uang
keluar.Data tentang uang masuk dan uang keluar dari suatu kegiatan hanya
merupakan suatucatatan pembukaan, baik pada buku harian, buku besar, maupun
laporan pemasukan danpengeluaran. Selanjutnya jika data tentang uang masuk dan
uang keluar tersebut dihitung untuk setiap periode waktu tertentu disebut
dengan
cash flow
(aliran uang). Periode waktu cashflowditetapkan dalam berbagai
satuan interval waktu tergantung pada tingkat agregasi data
yangdibutuhkan. Jika yang dimaksud hanya uang
keluar (pembiayaan) disebut
cash-out
(cost) dansebaliknya jika yang dimaksud hanya uang masuk (penerimaan)
disebut
cash-in.
Pembicaraan tentang cashflow menjadi sangat penting saat kita
melakukan analisisevaluasi terhadap suatu rencana investasi. Dimana suatu
rencana investasi akan menyangkutpengeluaran dana yang cukup besar, baik untuk
investasi itu sendiri maupun penyediaan akanbiaya operasional dan perawatannya
saat invesatasi itu dioperasikan/ dimanfaatkan, disampingakan
memberikan/menghasilkan sejumlah manfaat investasi. Oleh karena itu,
pertimbanagnmelalui analisis komprehensif dan seksama perlu dilakukan sebelum
suatu investasi diwujudkan.Penerimaan dari suatu investasi berasal dari
pendapatan atas pelayanan fasilitas atau penjualanproduk yang dihasilkan dan
manfaat terukur lainnyaselama umur pengguna, ditambah dengannilai jual
investasi saat umurnya habis. Semua penerimaan/ pendapatan itu disebut dengan
Benefit
. Sementara itu, pembiayaan berasal dari biaya awal fasilitas (investasi)
yang kemudian
·
Contoh – Contoh Cash Flow Diagram
Cashflow Quadrant dipetakan menjadi E, S, B, dan I.
E untuk employee (pegawai),
S untuk self-employed (pekerja lepas),
B untuk business owner (pemilik usaha),
I untuk investor (penanam modal).
E dan S yang mengandalkan gaji diletakkan di kuadran sisi kiri,
sedangkan B dan I yang menerima pemasukan dan bisnis atau investasi
diletakkan di sisi kanan. Setiap orang setidaknya menempati satu dari keempat
Cashflow Quadrant dan kebanyakan dari kita menempati posisi sebelah kiri
sebagai employee atau self-employee.
Walaupun kebebasan finansial bisa ditemukan dalam keempat kuadran ini,
namun keterampilan B atau I akan membantu mencapai target finansial dengan
lebih cepat. Dan seorang E yang berhasil seharusnya menjadi seorang I yang
berhasil juga. Buku ini ditulis bagi mereka yang siap untuk pindah dari
keamanan pekerjaan dan mulai mencari kebebasan finansial mereka; membuat
perubahan finansial dan profesional yang besar dalam hudup mereka; dan pindah
dari Era Industri ke Era Informasi.
Setiap orang dapat sukses di kuadrannya masing-masing.
Perbedaan seorang E, S dan seorang B, I adalah :
Bahwa seorang E, S tidak dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang
lama,
sedangkan seorang B, I dapat meninggalkan bisnisnya dalam waktu yang
relatif lama
karena aset-lah yang bekerja untuknya.
CONTOH SEORANG E
Mari kita ambil contoh yang pada umumnya terjadi di masyarakat,
yaitu seorang karyawan perusahaan.
Apabila seorang karyawan perusahaan tidak dapat bekerja karena alasan
sakit atau usia lanjut,
maka seorang karyawan tadi tidak akan mendapatkan uang / gaji mereka yang
berasal dari perusahaan
CONTOH SEORANG S
Mari kita ambil contoh seorang dokter.
Apabila seorang dokter tidak praktek karena alasan kesehatan, usia
lanjut,
atau karena adanya bencana yang mengakibatkan seorang dokter tidak bisa
membuka prekteknya,
maka dokter tersebut tidak akan mendapatkan penghasilan.
Mari kita ambil contoh seorang pemilik waralaba ayam goreng Kentucky (
KFC ).
CONTOH SEORANG B
Apabila pemilik waralaba tersebut ingin berlibur ke luar negeri selema
satu bulan hingga beberapa tahun,
maka bisnisnya akan tetap berjalan dan menghasilkan uang karena telah
memilik sistem yang telah terbukti
dapat berjalan dengan sistem yang ada dan karyawannya.
CONTOH SEORANG I
Mari kita ambil contoh seorang deposan.
Sama seperti seorang B, yaitu ketika seorang deposan ingin meninggalkan
bisnisnya dalam
waktu yang lama, maka bisnisnya tetap dapat berjalan karena aset-lah yang
bekerja untuk kita.
2.)
Diagram Pareto
·
Contoh
Prinsip Pareto atau lebih dikenal
juga sebagai aturan 20/80 menyatakan banyak kejadian atau akibat sebesar 80%
dari total efeknya hanya disebabkan 20% dari sebabnya. Prinsip ini dinamakan
berdasarkan seorang ekonom dari italia yang bernama Vilfredo Pareto yang pada
tahun 1906 mengamati dan menemukan fakta bahwa 80% tanah di Italia, hanya
dimiliki oleh 20% dari total populasi. Contoh diagram Pareto adalah adalah
sebagai berikut:
Dari diagram Pareto diatas, dapat diketahui bahwa hanya 4 Masalah yang menyebabkan kerugian terbesar, yaitu hingga 80% dari total masalah. Sehingga, untuk mengurangi total kerugian, kita dapat berfokus pada 4 masalah tersebut dari pada keseluruhan masalah yang ada namun tetap memberikan implikasi yang besar terhadap pengurangan total kerugian yang ada.
·
Contoh
Kasus
Seorang finance –
manager sebuah perusahaan akan membayar utang perusahaan yang sudahoutstanding,
namun karena keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan, maka pembayaran hanya
diberikan berdasarkan prioritas. Sejauh ini belum ada aturan perusahaan
mengenai kategori mana utang yang prioritas dan mana yang tidak.
Adapun data yang dimiliki adalah sebagai berikut :
Nama Kreditur
|
Jumlah Utang
|
Utang Tn Philip
|
2.15 milyar
|
Utang Bank Negara
|
2.2 milyar
|
Leasing
|
2.0 milyar
|
Utang jangka pendek Finansia
|
2.25 milyar
|
Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3
|
2.05 milyar
|
Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan
|
2.1 milyar
|
Dalam bentuk diagram, maka hasilnya sebagai berikut :
Jika dilihat, tidak ada data yang signifikan atau data yang dramatis dan
membedakan utang satu dengan lainnya. Jika dihadapkan dalam pilihan ini, tentu
membingungkan manajemen untuk mengambil keputusan, mana utang yang perlu
dibayarkan dahulu.
Kemudian finance manager memutuskan melihat datanya
kembali yakni denda bunga setiap utang.
Nama Kreditur
|
Interest Rate
|
Utang Tn Philip
|
11%
|
Utang Bank Negara
|
10%
|
Leasing
|
7%
|
Utang jangka pendek Finansia
|
4%
|
Pembayaran Cicilan Bangunan ke 3
|
2%
|
Cicilan ke 3 kendaraan perusahaan
|
1%
|
Kemudian, dibuat lagi diagram pareto berdasarkan tingkat suku bunga
setiap utang
Dari data diatas, tampak lebih berarti dan meaningful, dimana 80% utang
yang prioritas untuk dibayar adalah kepada Tn. Philip, Bank Negara dan
Leasing.
3.)
Metode Transportasi
·
Definisi
Metode Transportasi adalah suatu metode yang digunakan untuk
mengatur distribusi dari sumber – sumber yang menyediakan produk – produk yang
sama di tempat- tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini
harus diatur sedemikian rupa karena terdapat perbedaan biaya transportasi
(alokasi) dari suatu sumber ke beberapa tujuan yang berbeda – beda dan dari
beberapa sumber ke suatu tujuan juga berbeda – beda.
Ada tiga macam metode dalam metode transportasi:
1. 1. Metode Stepping Stone
2. 2. Metode Modi (Modified Distribution)
3. 3. MetodeVAM (Vogel’s Approximation Method)
Pada sesi ini hanya akan dibahas mengenai metode transportasi dengan
metode MODI, sedangkan metodestepping stone dan VAM akan dibahas
pada sesi tulisan yang lain.
Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi
produksi yang optimal menggunakan suatu indeks perbaikan yang berdasarkan pada
nilai baris dan nilai kolom. Cara untuk penentuan nilai baris dan nilai kolom
menggunakan persamaan:
Pedoman prosedur alokasi tahap pertama mengggunakan prosedur pedoman
sudut barat laut (North West Corner rule). Untuk metode MODI
ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi harus sama
dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu. Untuk
mempermudah penjelasan, berikut ini akan diberikan sebuah contoh. Suatu
perusahaan mempunyai tiga pabrik di W, H, O. Dengan kapasitas
produksi tiap bulan masing- masing 90 ton, 60 ton, dan 50 ton; dan mempunyai
tiga gudang penjualan di A, B, C dengan kebutuhan tiap bulan masing- masing 50
ton, 110 ton, dan 40 ton. Biaya pengangkutan setiap ton produk dari
pabrik W, H, O ke gudang A, B, C adalah sebagai berikut:
Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik – pabrik tersebut ke gudang –
gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.
Solusi:
1. Isilah tabel pertama dari sudut kiri atas
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap pertama sebesar =
50 (20) + 40 (5) +60 (20) +10 (10) + 40 (19) = 3260.
2. Menentukan nilai baris dan kolom
- Baris
pertama selalu diberi nilai nol
Nilai baris W = Rw = 0
- Nilai baris yang
lain dan nilai semua kolom ditentukan berdasarkan persamaan
3. Menghitung indeks perbaikan dan memilih titik tolak
perbaikan.
Indeks perbaikan adalah nilai dari kotak yang kosong.
Memilih titik tolak perubahan:
- Kotak yang mempunyai indeks perbaikan negatif berarti
bila diberi alokasi akan mengurangi jumlah biaya pengangkutan. Bila nilainya
positif berarti pengisian akan menyebabkan kenaikan biaya pengangkutan
- Kotak yang merupakan titik tolak perubahan adalah
kotak yang indeksnya bertanda negatif dan angkanya besar. Dalam contoh ternyata
yang memenuhi syarat adalah kotak HA dengan nilai -20.
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap kedua sebesar = 90 (5) + 50 (15) +
10 (20) +10 (10) + 40 (19) = 2260
4. Ulangi langkah – langkah tersebut diatas, mulai langkah
2.2 sampai diperolehnya biaya terendah, yaitu bila sudah tidak ada lagi indeks
yang negatif.
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap ketiga sebesar = 90 (5) + 50 (15)
+ 10 (10) +20 (10) + 30 (19) = 2070
Biaya pengangkutan untuk alokasi tahap keempat sebesar = 60 (5) + 30 (8)
+ 50 (15) + 10 (10) + 50 (10) = 1890
Alokasi tahap keempat merupakan alokasi optimal karena indeks
perbaikan pada kotak kosong sudah tidak ada yang bernilai negatif.
·
Contoh Kasus
·
Perusahaan air mineral
ingin mendistribusikan produk terbarunya ke empat agen yang menjadi pelanggan
perusahaan air mineral tersebut dan ingin mendistribusikannya ke beberapa kota
di Indonesia dengan biaya atar kepada para agen di hitung dengan jarak tempat
agen tersebut setiap per galonnya. Berikut biaya pengiriman produk tersebut
dalam bentuk rupiah(Rp):
·
Tabel 3.1 Data Transportasi
Ke
Dari
|
Cilegon
|
Kuningan
|
Bandung
|
Padang
|
Supply
|
Agen
1
|
110
|
90
|
95
|
75
|
6300
|
Agen
2
|
80
|
75
|
120
|
80
|
4750
|
Agen
3
|
95
|
100
|
65
|
115
|
5450
|
Agen
4
|
70
|
85
|
75
|
90
|
6500
|
Demand
|
5200
|
5500
|
6000
|
6300
|
23000
|
·
Selesaikan dengan
menggunakan :
·
a. Metode North
West Corner (NWC)
·
b. Metode Least
Cost
·
c. Metode
Aproksimasi Vogel (VAM)
·
d. Metode
Aproksimasi Russel (RAM)
·
Perhitungan Manual
·
Menyelesaikan masalah
biaya tranportasi pengantaran air mineral setiap galonnya dengan menggunkan
empat metode, dengan menggunkan metode north west corner, least
cost, metode aproksimasi vogel (VAM), dan metode aproksimasi Russel (RAM),
sebagai berikut :
·
A. Metode North West Corner
·
Pengalokasian dimulai
dari pojok barat laut (pojok kiri atas) Selanjutnya pengalokasian dilakukan
pada kotak Xi+1j bila penawaran ke i telah terpenuhi.
·
Tabel 3.2 Metode North
West Corner
Ke
Dari
|
Cilegon
|
Kuningan
|
Bandung
|
Padang
|
Supply
|
Agen
1
|
110
5200
|
90
1100
|
95
|
75
|
6300
|
Agen
2
|
80
|
75
4400
|
120
350
|
80
|
4750
|
Agen
3
|
95
|
100
|
65
5450
|
115
|
5450
|
Agen
4
|
70
|
85
|
75
200
|
90
6300
|
6500
|
Demand
|
5200
|
5500
|
6000
|
6300
|
23000
|
·
Z =
5200(110)+1100(90)+4400(75)+350(120)+5450(65)+200(75)+6300(90)
·
=
572000+99000+330000+42000+354250+15000+567000
·
= Rp.1979250
·
Perhitungan manual dengan
menggunakan metode northwest cornerbiaya pendistribusian air
mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota
sebesar Rp.1979250
·
Cara perhitungan North
West Corner sebagai berikut:
·
North West Corner perhitungannya dimulai dari pojok kanan atas table,
lalu pilih jumlah supply atau demand yang
terkecil setelah didapat simpan di kiri angka yang dicari, selanjutnya
dilakukan pada kotak yang berikutna jika supplydan demand telah
terpenuhi.
·
B. Metode Least Cost
·
Pengalokasian dimulai pada kotak variabel dengan biaya terendah.
Selanjutnya pengalokasian dilakukan pada kotak variabel terendah berikutnya.
Berikut adalah perhitungan dengan metode Least Cost.
·
Tabel 3.3 Metode
Least Cost
Ke
Dari
|
Cilegon
|
Kuningan
|
Bandung
|
Padang
|
Supply
|
Agen
1
|
110
|
90
|
95
|
75
6300
|
6300
|
Agen
2
|
80
|
75
4750
|
120
|
80
|
4750
|
Agen
3
|
95
|
100
|
65
5450
|
115
|
5450
|
Agen
4
|
70
5200
|
85
750
|
75
550
|
90
|
6500
|
Demand
|
5200
|
5500
|
6000
|
6300
|
23000
|
·
Z
= 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·
=
364000+356250+63750+354250+41250+472500
·
= Rp.1652000
·
Perhitungan manual dengan
menggunakan metode Least Costbiaya pendistribusian air mineral dari
pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota sebesar
Rp.1652000
·
Cara perhitungan Least
Cost sebagai berikut:
·
Mencari nilai terendah
dari table, dan pengalokasian supply dan demandterkecil
pula.
·
C. Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
·
Metode aproksimasi vogel
adalah merupakan metode yang paling baik dari tingkat ketelitiannya. Adapun
perhitungan manual dengan menggunakan metode aproksimasi vogel adalah sebagai
berikut:
·
Tabel 3.4 Metode Aproksimasi Vogel (VAM)
Ke
Dari
|
Cilegon
|
Kuningan
|
Bandung
|
Padang
|
Supply
|
Penalty
|
||||
Agen
1
|
110
|
90
|
95
|
75
6300
|
6300
|
15
|
15
|
15
|
15
|
-
|
Agen
2
|
80
|
75
4750
|
120
|
80
|
4750
|
5
|
5
|
5
|
5
|
75
|
Agen
3
|
95
|
100
|
65
5450
|
115
|
5450
|
35
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Agen
4
|
70
5200
|
85
750
|
75
550
|
90
|
6500
|
5
|
5
|
15
|
5
|
85
|
Demand
|
5200
|
5500
|
6000
|
6300
|
23000
|
|||||
Penalty
|
10
|
10
|
10
|
5
|
||||||
10
|
10
|
20
|
5
|
|||||||
10
|
10
|
-
|
5
|
|||||||
-
|
10
|
-
|
5
|
|||||||
-
|
10
|
-
|
-
|
|||||||
·
Z
= 5200(70)+4750(75)+750(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·
= 364000+356250+63750+354250+41250+472500
·
= Rp.1652000
·
Perhitungan manual dengan
menggunakan metode Metode Aproksimasi Vogel biaya pendistribusian air
mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang terdapat di empat kota
sebesar Rp.1652000
·
Cara perhitungan Metode
Aproksimasi Vogel sebagai berikut:
·
Dengan melihat nilai
selisih antara veriabel dengan biaya terendah setelah itu memilih baris atau
kolom dengan nilai terbesar. Pengalokasian dengan biaya terendah pada baris
atau kolom dalam table.
·
·
D. Metode Aproksimasi Russel (RAM)
·
Metode RAM merupakan
metode yang terakhit yang digunakan pada perhitungan pada metode tersebut.
·
Tabel 3.4 Metode Aproksimasi Russel (RAM)
Ke
Dari
|
Cilegon
|
Kuningan
|
Bandung
|
Padang
|
Supply
|
Agen
1
|
110
|
90
|
95
|
75
3600
|
6300
|
Agen
2
|
80
4750
|
75
|
120
|
80
|
4750
|
Agen
3
|
95
|
100
|
65
5450
|
115
|
5450
|
Agen
4
|
70
450
|
85
5500
|
75
550
|
90
|
6500
|
Demand
|
5200
|
5500
|
6000
|
6300
|
23000
|
·
Tabel 3.5 Metode Aproksimasi Russel Interasi
110-110-110=
-110
80-110-120= -150
95-110-150=
-130
70-110-90= -130
|
90-100-110=
-120
75-100-120= -145
100-100-115=
-115
85-100-90=
-105
|
95-120-110=
-135
120-120-120=
-120
65-120-115= -170
75-120-90=
-135
|
75-115-110=
-150
80-115-120= -155
115-115-115=
-115
90-115-90=
-115
|
·
Z =
4750(80)+450(70)+5500(85)+5450(65)+550(75)+6300(75)
·
= 380000+31500+467500+354250+41250+472500
·
= Rp.1747000
·
Perhitungan manual dengan
menggunakan metode Metode Aproksimasi Russel biaya
pendistribusian air mineral dari pabrik air mineral kepada empat agen yang
terdapat di empat kota sebesar Rp.1747000
·
Cara perhitungan Metode
Aproksimasi Russel sebagai berikut:
·
Pengurangan dari mulai
pojok kana atas antara nilai terbesar pada baris dan kolom, setelah didapat
pilih nilai dari hasli pengurangan dengan mengambil nilai terrendah berupa
nilai negatif (-).